Breaking News
Trending Tags

Rupiah melemah ke Rp18.007 per USD, BI tambah intervensi

  • account_circle khasanah
  • calendar_month Senin, 6 Jul 2026 17:44 WIB
  • visibility 88
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Hasanah.id – Pasar valuta asing kembali mencatat pelemahan rupiah setelah reaksi investor terhadap sejumlah catatan risiko ekonomi dalam negeri meningkat.

Sentimen pasar terhadap pelemahan rupiah diperparah oleh peringatan lembaga pemeringkat internasional dan data perdagangan yang menunjukkan penurunan kinerja eksternal Indonesia.

Data Bloomberg menunjukkan mata uang Garuda melemah 44 poin atau 0,24 persen ke level Rp18.007 per dolar AS dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menyatakan bahwa laporan Fitch Ratings memicu kekhawatiran karena menyoroti rapuhnya kondisi makro yang berdampak pada kepercayaan investor.

Ibrahim menambahkan bahwa Fitch mencatat depresiasi nilai tukar, penurunan cadangan devisa, dan arus modal keluar yang deras sebagai indikator tekanan berkelanjutan.

Fitch juga mengingatkan bahwa tekanan berkepanjangan dapat mendorong kenaikan utang serta biaya pinjaman pemerintah.

Lembaga pemeringkat mempertahankan peringkat sovereign Indonesia pada level BBB pada Maret 2026 namun merevisi prospek menjadi negatif, kata Ibrahim.

Sentimen negatif kian kuat setelah Badan Pusat Statistik melaporkan neraca perdagangan pada Mei 2026 mengalami defisit sebesar 1,61 miliar dolar AS setelah 72 bulan surplus berturut-turut.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

Avatar of khasanah

Penulis

jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.

expand_less