Brent Naik 3% ke US$74,16 per Barel Usai AS Cabut Izin Iran
- account_circle khasanah
- calendar_month Rabu, 8 Jul 2026 13:33 WIB
- visibility 46
- comment 0 komentar
- print Cetak

Harga Minyak Naik Usai AS Cabut Lagi Pelonggaran Sanksi Iran
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Pasar minyak dunia bergerak tajam setelah serangan Iran memicu kekhawatiran gangguan pasokan pada penutupan Selasa, 7 Juli 2026, waktu Amerika Serikat.
Kontrak acuan Brent ditutup naik sekitar 3 persen ke 74,16 Dolar AS per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat menguat 2,8 persen menjadi 70,44 Dolar AS per barel.
Perdagangan setelah penutupan mencatat lonjakan lebih tajam akibat serangan Iran, dengan Brent sempat melonjak 5,6 persen ke sekitar 76,04 Dolar AS per barel dan WTI naik 5,4 persen menjadi 72,25 Dolar AS per barel.
Insiden itu terkait serangan terhadap kapal tanker gas alam cair (LNG) Qatar, Al-Rekayyat, yang sedang melintas di dekat Selat Hormuz.
Selat Hormuz merupakan jalur laut strategis yang mengalirkan sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia, sehingga setiap gangguan menimbulkan risiko pasokan global.
Dr. Majed al Ansari, juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, mengutuk keras insiden tersebut dan menuntut penghentian tindakan yang mengancam keamanan kawasan serta keselamatan pelayaran internasional.
Qatar secara resmi menyatakan Iran bertanggung jawab penuh atas serangan dan seluruh dampak yang ditimbulkannya.
Laporan dari UK Maritime Trade Operations (UKMTO) menyebut sebuah kapal tanker terkena proyektil tak dikenal di lepas pantai Oman.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.



