PMI Manufaktur Kontraksi, namun Ekonomi Riil Masih Solid
- account_circle khasanah
- calendar_month Kamis, 9 Jul 2026 20:00 WIB
- visibility 53
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ekonomi Riil Indonesia Dinilai Masih Solid, Dorong Investasi
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Ekonomi riil Indonesia dipandang masih kuat meski ada tanda-tanda perlambatan yang perlu diawasi oleh pembuat kebijakan.
Suhindarto, Kepala Divisi Riset Ekonomi/Chief Economist PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO), mencatat pertumbuhan pada kuartal 1-2026 mengalami akselerasi dibandingkan kuartal keempat 2025.
Indikator dasar menunjukkan ekonomi riil Indonesia tetap dipengaruhi sentimen positif konsumen, walau tingkat keyakinan sedikit menurun dalam beberapa pengukuran terakhir.
Penjualan ritel secara umum menunjukkan kondisi yang baik sepanjang periode pengamatan.
Namun, setelah periode Lebaran, dua bulan terakhir mencatat adanya kontraksi di beberapa segmen ritel yang harus ditangani agar tidak meluas.
Pelemahan produksi terutama pada sektor manufaktur menjadi perhatian karena implikasinya terhadap penyerapan tenaga kerja.
Hal ini tercermin dari Purchasing Managers Index Manufacturing Indonesia yang dirilis oleh S&P Global per Juni yang menunjukkan kontraksi cukup dalam.
Selama tiga bulan terakhir indikator manufaktur memang belum kembali ke fase ekspansif, sehingga perlambatan pada kuartal kedua perlu mendapat respons.
Dari sisi harga, laju inflasi masih terkendali meskipun mulai bergerak mendekati batas atas target Bank Indonesia.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.



