Breaking News
Trending Tags

Emas Melonjak ke 4.063,78 USD/ons setelah Inflasi AS 3,5%

  • account_circle khasanah
  • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026 07:59 WIB
  • visibility 74
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Hasanah.id – Pasar bereaksi kuat pada penutupan Selasa 14 Juli 2026 setelah keluarnya data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan, mendorong kenaikan harga emas dan logam mulia lain secara tajam.

Emas spot langsung melompat 1,6 persen ke posisi 4.063,78 Dolar AS per ons pada sesi tersebut, sementara kontrak emas berjangka AS menutup perdagangan di angka 4.069,70 Dolar AS per ons.

Penurunan inflasi tahunan AS menjadi 3,5 persen pada Juni dan stagnasi inflasi inti melemahkan Indeks Dolar AS sekitar 0,6 persen, faktor yang turut menstimulasi reli harga emas di pasar global.

Depresiasi dolar membuat komoditas logam menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain dan sekaligus mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dalam jangka dekat.

Dampak positif tidak hanya dirasakan oleh emas; perak spot menguat tajam, melonjak 2 persen ke level 58,79 Dolar AS per ons.

Platinum juga mengikuti tren kenaikan, ditutup naik 1,6 persen menjadi 1.629,83 Dolar AS per ons pada sesi itu.

Meski demikian, eskalasi geopolitik di Timur Tengah dan ketegangan di Selat Hormuz menambah lapisan risiko yang membayangi pergerakan harga emas dalam tempo menengah.

Kenaikan harga energi akibat konflik regional telah mendorong harga minyak ke level tertinggi empat pekan, dan hal ini berpotensi menghidupkan kembali tekanan inflasi global.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

Avatar of khasanah

Penulis

jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.

expand_less