Breaking News
Trending Tags

S&P Pertahankan BBB Indonesia dan Apresiasi Inisiatif DSI

  • account_circle khasanah
  • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026 13:02 WIB
  • visibility 73
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

David Sutyanto, Ketua Umum Perkumpulan Analis Efek Indonesia, menilai ruang fiskal Indonesia masih memadai untuk merespons guncangan eksternal.

Menurut David, pemerintah diproyeksikan mampu menjaga defisit APBN 2026 di bawah 3 persen terhadap PDB dan rasio utang pemerintah tetap sekitar 40 persen terhadap PDB, jauh di bawah ambang internasional 60 persen.

David juga mengingatkan bahwa Indonesia memiliki bantalan fiskal berupa Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang bisa dipakai untuk meredam dampak gejolak ekonomi global.

Pembuat kebijakan diharapkan mempertahankan konsistensi pelaksanaan reformasi dan disiplin fiskal agar kepercayaan pasar terhadap peringkat kredit Indonesia tidak terganggu dalam jangka panjang.

Dari sisi pertumbuhan, beberapa lembaga internasional memproyeksikan laju ekonomi Indonesia; Bank Dunia sebesar 4,78 persen dan Asian Development Bank 5,2 persen, sementara pemerintah menargetkan 5,4-5,5 persen untuk 2026.

Penguatan persepsi investor akibat peringkat BBB dengan outlook stabil diperkirakan akan mendukung arus modal masuk dan menurunkan biaya pinjaman bagi negara, asalkan reformasi terus dijalankan secara konsisten.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

Avatar of khasanah

Penulis

jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.

expand_less