LRT Jakarta pertimbangkan tarif usai alokasi Rp611 miliar
- account_circle khasanah
- calendar_month Rabu, 15 Jul 2026 17:28 WIB
- visibility 68
- comment 0 komentar
- print Cetak

Tarif LRT Jakarta Berpotensi Naik Usai Ekstensi Dukuh Atas
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Pemerintah Provinsi DKI mempertimbangkan penyesuaian tarif LRT Jakarta seiring rencana perpanjangan jalur hingga Dukuh Atas.
Penentuan tarif LRT Jakarta akan dilakukan setelah operasional LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome–Manggarai dimulai pada Agustus 2026.
Pemprov menyatakan bahwa kajian tarif LRT Jakarta akan mengacu pada standar profesional dan dapat memanfaatkan referensi perhitungan yang dipakai pada MRT Jakarta, dengan tetap memperhatikan karakteristik LRT yang berbeda.
Gubernur DKI Pramono Anung menyampaikan pernyataan tersebut saat kunjungan kerja di Jakarta Timur pada 15 Juli 2026.
Ia menegaskan bahwa meski ada kemungkinan penyesuaian, tiket harus tetap terjangkau bagi masyarakat.
Pemprov DKI akan mempertimbangkan aspek keberlanjutan operasional dan keterjangkauan sebelum menetapkan angka akhir.
Sebagai bagian dari pengembangan, Pemprov memberi persetujuan awal untuk mengembangkan kawasan transit oriented development (TOD) di sekitar stasiun LRT.
Model pengembangan TOD akan mengacu pada praktik yang diterapkan pada MRT Jakarta dan dilaksanakan melalui kerja sama antara Pemprov DKI dengan LRT Jakarta atau PT Jakarta Propertindo (Jakpro).
Selain itu, ada rencana memperpanjang jalur dari Manggarai menuju Dukuh Atas sepanjang sekitar dua kilometer.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




