Breaking News
Trending Tags

BI Turunkan GWM hingga 6% untuk Dukung Penyaluran Kredit

  • account_circle khasanah
  • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026 11:54 WIB
  • visibility 6
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Hasanah.id – Bank Indonesia mengumumkan peluncuran kebijakan insentif likuiditas makroprudensial yang memberi ruang penurunan Giro Wajib Minimum (GWM) hingga 6 persen, efektif mulai 1 September 2026.

Skema insentif likuiditas makroprudensial ini dibagi menjadi dua jalur utama untuk mengarahkan likuiditas perbankan ke penyaluran kredit produktif dan pendalaman pasar uang domestik.

Jalur pertama berupa KLM pembiayaan yang menyediakan insentif maksimal 4 persen bagi bank yang mencapai target penyaluran kredit ke sektor produktif dan prioritas.

Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial BI, Alexander Lubis, menyatakan bahwa bank yang memenuhi persyaratan dapat mengurangi kewajiban GWM dari 9 persen hingga tersisa 5 persen karena insentif 4 persen tersebut.

Target sektor yang diprioritaskan meliputi pertanian serta industri dan hilirisasi dengan target pertumbuhan kredit 1,5 persen.

Sektor konstruksi serta real estate dan perumahan ditetapkan target pertumbuhan kredit 1,4 persen.

Sektor jasa termasuk ekonomi kreatif diberi target 0,1 persen, sementara UMKM, koperasi, inklusi, dan sektor berkelanjutan ditetapkan target 1 persen.

Pemberian insentif pembiayaan dipantau melalui laporan komitmen dan Laporan Bank Umum Terintegrasi (LBUT), serta dihitung per kuartal berdasarkan realisasi dua bulan terakhir dan satu bulan awal kuartal berikutnya.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

Avatar of khasanah

Penulis

jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.

expand_less