BI Turunkan GWM hingga 6% untuk Dukung Penyaluran Kredit
- account_circle khasanah
- calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026 11:54 WIB
- visibility 13
- comment 0 komentar
- print Cetak

BI Pangkas GWM 6% - Dukung Kredit Produktif Bank dan Stimulus Ekonomi di Indonesia
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jalur kedua, KLM pendalaman pasar uang, menawarkan insentif hingga 2 persen bagi bank yang menurunkan rasio surat-surat berharga (SSB), termasuk SBN dan SRBI, di bawah ambang batas 19 persen terhadap total pendanaan.
Menurut Alexander Lubis, bank dengan rasio SSB yang melebihi 19 persen dapat menurunkannya melalui transaksi repo sehingga berpeluang mendapat insentif.
Sebagai ilustrasi, jika rasio SSB sebuah bank mencapai 23 persen, bank tersebut dapat meminjamkan SSB ke bank lain untuk menurunkan rasio dan memperoleh insentif, meskipun kesempatan berikutnya dapat berbeda.
BI melakukan evaluasi pemanfaatan insentif setiap tiga bulan untuk melihat perkembangan rasio dan alokasi kredit.
Khusus pemantauan KLM pendalaman pasar uang, data diambil setiap bulan dari sistem BI-SSSS terkait kepemilikan surat berharga pemerintah dan SRBI oleh perbankan.
Kebijakan ini dirancang agar insentif likuiditas makroprudensial mendorong alokasi kredit ke sektor produktif sambil memperkuat kedalaman pasar uang domestik dan memberikan fleksibilitas manajemen likuiditas bagi perbankan.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




