Whoosh Rp127 triliun dialihkan ke Kemenkeu per 15 Sept 2026
- account_circle khasanah
- calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026 12:45 WIB
- visibility 20
- comment 0 komentar
- print Cetak

Whoosh Tidak Lagi di Bawah KAI: Kemenkeu Perkenalkan Skema Fiskal Terbaru yang Menguntungkan
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Konsorsium PSBI menguasai 60 persen saham KCIC, sedangkan konsorsium China, Beijing Yawan HSR Co. Ltd, memegang 40 persen.
Dari anggota PSBI, PT Kereta Api Indonesia (Persero) merupakan pemegang saham terbesar dengan porsi 51,37 persen di KCIC.
Purbaya menegaskan bahwa setelah proses pengalihan selesai, kepemilikan KCIC tidak lagi berada langsung di bawah KAI melainkan di bawah SMV milik Kementerian Keuangan.
Pembangunan Whoosh sebelumnya mengalami pembengkakan biaya dari 6 miliar Dolar AS atau sekitar Rp106 triliun menjadi 7,2 miliar Dolar AS atau sekitar Rp127 triliun.
Untuk menopang fiskal, APBN 2026 direncanakan menerima setoran keuntungan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara sebesar Rp120 triliun, yang diputuskan Presiden Prabowo Subianto.
Angka setoran ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata dividen BUMN beberapa tahun terakhir yang berada di kisaran Rp90 triliun.
Tambahan penerimaan tersebut diharapkan membantu menahan pelebaran defisit APBN 2026 yang diproyeksikan meningkat dari Rp689,1 triliun atau 2,68 persen terhadap PDB menjadi Rp734,3 triliun atau 2,85 persen terhadap PDB.
Selain menjaga defisit, Kementerian Keuangan juga mempertimbangkan setoran itu sebagai cadangan fiskal untuk menutup kebutuhan belanja tak terduga.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




