Emil : Ini Implementasi Ekonomi Pancasila, Industri Gunakan Prodak Masyarakat - Hasanah

Emil : Ini Implementasi Ekonomi Pancasila, Industri Gunakan Prodak Masyarakat

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menilai, hadirnya industri kolaboratif Garuda Food dan Barry Callebaut bisa menjawab masalah di Jabar terkait kesulitan masyarakat dalam memanfaatkan lahan kosong.

Menurutnya, masyarakat bisa berkontribusi dengan menyuplai bahan pokok ke pabrik tersebut. Dengan edukasi tata cara penanaman kepada masyarakat sekitar, lahan-lahan perkebunan milik masyarakat juga dapat diberdayakan oleh pemilik industri. 

“Tapi yang terpenting adalah kebutuhan industri juga bisa disuplai oleh tanah-tanah yang dimiliki oleh penduduk,” ucap Emil, sapaan akrabnya, saat meresmikan Pabrik Barry Callebaut di Pabrik Garudafood, Kabupaten Bandung, Jumat (23/8).

Hal itu, kata Emil, merupakan bentuk implementasi dari ekonomi pancasila, di mana keadilan sosial tidak hanya bagi industrial plantation atau tanah perkebunan yang dimiliki industri.

“Penduduk diedukasi cara menanamnya, quality control-nya, nanti di akhir sebuah proses bisa dibeli oleh industri, sehingga semua mendapatkan benefit economy. Saya kira itu tujuan terbesarnya,” katanya.

Dikatakan Emil, dari sisi ekonomi, perekonomian Jabar per 2018 tercatat tumbuh 5,64 persen. Salah satu yang paling berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi tersebut yakni sektor industri pengolahan dengan share mencapai 42,16 persen.

Karenanya, Emil pun menyambut baik peresmian pabrik kolaboratif Garuda Food dan Barry Callebaut. Saking senangnya, Emil membuatkan sebuah pantun berbahasa Inggris untuk Presiden Barry Callebaut Asia Pasific, Ben De Schryver.

“Garudafood produce biscuits
Barry Callebaut make chocolates
With inovation and collaboration every minutes
West Java’s economy will be great,” tandasnya.

Untuk diketahui, hadirnya Pabrik Barry Callebaut sendiri menambah daftar panjang para investor yang menjatuhkan pilihan lokasi usahanya di Jabar. Saat ini, lebih dari 60 persen perusahaan manufaktur skala nasional dan internasional ada di Jabar. 

Pada semester satu 2019 ini Jabar membukukan realisasi investasi sebesar Rp69,7 triliun. Hal itu menjadikan Jabar sebagai destinasi investasi global nomor satu di Indonesia, mengalahkan DKI Jakarta dan Jawa Tengah.

Total
0
Shares
Related Posts