Geger Dunia Perbankan, Nasabah Rugi Hingga Rp 70 M

Geger Dunia Perbankan, Nasabah Rugi Hingga Rp 70 M

Perbankan digegerkan kasus pidana
Bank BNI/tempo.co

Hasanah.id, Jakarta – Dunia perbankan kembali heboh. Tindak pidana perbankan dan pencucian uang terjadi di salah satu bank pemerintah.

Andi Idris Manggabarani, seorang pengusaha properti asal Makassar menjadi korban oknum perbankan dan mengaku kehilangan dana deposito senilai Rp 45 miliar di Bank BNI. Nasabah BNI Emerald ini mengalihkan tabungannya di BNI ke dalam bentuk deposito sejak Juli 2020 dengan total Rp 70 miliar.

Dalam kasus pidana perbankan ini, ada juga nasabah lain yang merugi. Seorang nasabah lain berinisial H merugi Rp16,5 miliar yang berasal dari dana yang didepositokan sebesar Rp20 miliar dan sudah dibayar Rp3,5 miliar. Terakhir ialah nasabah berinisial R dan A yang merugi hingga Rp50 miliar.

Dittipideksus Bareskrim Polri menangkap pegawai Bank BNI Makassar berinisial MBS di Makassar, Minggu (12/9). Pelaku diduga memalsukan deposito nasabah Andi Idris Manggabarani senilai Rp 45 miliar.

“Tersangka adalah pegawai BNI Makassar. Mengalami kerugian deposan Saudara IMB sejumlah Rp 45 M,” kata Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Pol Helmy Santika dalam keterangan tertulis, Senin (13/9).

Helmy menuturkan, penangkapan dilakukan setelah BNI membuat laporan pada 1 April lalu. Laporan itu terkait dugaan tindak pidana perbankan dan pencucian uang.

“Benar, BNI telah membuat Laporan Polisi Nomor: LP/B/0221/IV/2021/Bareskrim tanggal 1 April 2021,” ujar Helmy.

Helmy menjelaskan, dalam pengembangan penyidikan lanjutan polisi menetapkan dua tersangka lain sebagai tersangka. Selain itu, kata dia, sudah ada satu berkas penyidikan yang rampung dan diserahkan dalam pelimpahan tahap 1 ke Kejaksaan.

Atas kejadian ini, Helmy mengingatkan masyarakat agar berhati-hati ketika menerima tawaran produk perbankan atau saat menerima dokumen dari pegawai bank.

Ia meminta masyarakat tidak asal percaya begitu saja dan selalu mengecek ulang tawaran tersebut. Terpenting, ia mengingatkan, jangan pernah menandatangani slip kosong yang disodorkan pegawai bank.

“Jangan mau tanda tangan di slip kosong yang disodorkan oleh pegawai bank,” tutur Helmy.

Sebelumnya, PT BNI (Persero) Tbk lewat Kuasa Hukumnya Ronny LD Janis dari Janis & Associates buka suara terkait laporan nasabah atas nama Andi Idris Manggabarani yang mengaku kehilangan uang deposito sebesar Rp45 miliar.

Ronny menyatakan bahwa BNI telah menemukan adanya dugaan pemalsuan beberapa bilyet deposito di Kantor Cabang Makassar. Salah satunya, adalah bilyet deposito pihak Andi Idris Manggabarani.

“Di mana saat itu diperlihatkan 3 bilyet deposito BNI KC Makassar total senilai Rp40 miliar tertanggal 1 Maret 2021,” katanya lewat rilis resmi, Senin (13/9).

Total
1
Shares
Related Posts