Bupati Majalengka H. Karna Sobahi menyerahkan sepenuhnya peristiwa keributan yang melibatkan putra keduanya di Kabupaten Majalengka dengan memakan korban tewasnya seorang pengusaha kepada norma hukum yang berlaku.
“Intinya kami keluarga menyerahkan sepenuhnya persoalan ini kepada norma hukum yang berlaku,” kata Bupati Majalengka, H. Karna Sobahi.
Sementara itu, Arif Chaidir juru bicara Keluarga Bupati membenarkan persitiwa tersebut. Namun, imbuhnya, kronologis kejadian yang menggemparkan pemberitaan itu dinilai baru sepihak dan terkesan memojokkan pihak keluarga.
Ditegaskan dia, dari hasil penyelidikan sementara, pada kejadian itu sebenarnya putra Bupati Majalengka, Irfan Nur Alam yang diserang segerombolan orang di bawah pimpinan Panji. Bahkan gerombolan itu membawa senjata tajam.
“Kurang lebih ada 20 orang. Saudara Panji membawa anak buahnya akan menyerang rumah putra bupati,” terang Arif saat memberikan keterangan pers kepada awak media
Kala itu, sambung Arif, Panji menanyakan kehadiran Andi Acong terkait soal utang-piutang dengan cara beringas. Kebetulan malam itu Irfan sedang dalam perjalanan pulang dari Bandung menuju Majalengka.