Breaking News
Trending Tags
Beranda » Berita » Habib Jafar Sindir Menkomdigi: Sensor Demo Cepat, Judi Online di Konten Dakwah Saya Kok Dibiarkan?

Habib Jafar Sindir Menkomdigi: Sensor Demo Cepat, Judi Online di Konten Dakwah Saya Kok Dibiarkan?

  • account_circle Bobby Suryo
  • calendar_month Kamis, 4 Sep 2025
  • visibility 34
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Hasanah.id – Gelombang demonstrasi yang berlangsung sejak 25 Agustus 2025 lalu bukan hanya menyita perhatian publik, tetapi juga menimbulkan polemik soal dugaan penyensoran konten di media sosial oleh Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid.

Sejumlah pengguna internet mengaku kesulitan mengunggah atau menemukan konten yang berkaitan dengan aksi tersebut. Keluhan itu pun ramai ditujukan langsung ke akun Instagram resmi Menkomdigi.

Menanggapi hal itu, Meutya akhirnya memberikan klarifikasi. Ia menyebut ada indikasi sebagian akun memanfaatkan momentum demo untuk menyiarkan kekerasan secara live streaming sekaligus mengumpulkan donasi digital.

“Dalam beberapa hari terakhir kami menemukan aliran dana dalam jumlah besar melalui platform. Konten demo disiarkan dengan nuansa anarkis dan dimonetisasi lewat gifts bernilai tinggi. Beberapa akun juga terhubung dengan jaringan judi online,” jelas Meutya di akun Instagramnya, Senin (1/9/2025).

Namun penjelasan tersebut justru menuai kritik. Pendakwah sekaligus konten kreator, Habib Jafar, menilai sikap pemerintah tidak konsisten. Lewat unggahan yang dibagikan akun @bushcoo, ia menyindir keras alasan Meutya.

Menurutnya, konten dakwah miliknya di YouTube justru kerap dipenuhi komentar judi online, tetapi tidak pernah ada langkah tegas dari kementerian.

“Dakwah saya di YouTube itu hampir tiap hari dibanjiri komentar judi. Tapi kok tidak pernah disikapi serius, berbeda dengan konten demo yang langsung cepat ditindak?” tulis Habib Jafar, Kamis (4/9/2025).

Sindiran itu sontak viral dan memancing beragam komentar warganet. Banyak yang sepakat dengan kritik Habib Jafar dan menuding pemerintah lebih sigap mengawasi isu demo dibanding memberantas judi online.

“Fix, prioritasnya salah sasaran,” ujar akun @irfa***.
“Kalau judi online duitnya gede, maklum aja dibiarin,” tulis akun @jeje***.
“Sampai kapan masalah judol ini dibiarkan? Menteri kok kalah sama bot,” tambah akun @chef***.

  • Penulis: Bobby Suryo
expand_less
Skip to toolbar