Breaking News
Trending Tags
Beranda » HUKUM & KRIMINAL » ‎Hukum, Kehormatan, dan Kesempatan Kedua, Refleksi Seorang Advokat tentang Arti Kebangkitan

‎Hukum, Kehormatan, dan Kesempatan Kedua, Refleksi Seorang Advokat tentang Arti Kebangkitan

  • account_circle kusnadi
  • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
  • visibility 49
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

‎Oleh: H. Yovie Megananda Santosa, S.H., M.Si., Advokat & Konsultan Hukum
‎Hukum dan Kemanusiaan: Dua Sisi Satu Cermin

‎HASANAH.ID – Bagi sebagian orang, hukum hanyalah seperangkat pasal. Bagi saya, hukum adalah cermin yang memantulkan wajah sejati manusia: kesalahan, penyesalan, dan harapan untuk berubah.

‎Sebagai advokat, saya dulu mengira kehormatan seorang hukum diukur dari kemenangan di ruang sidang. Namun
‎waktu membuktikan, kehormatan sejati justru diuji saat kita harus membela diri sendiri, bukan di pengadilan, tapi
‎di hadapan hati nurani.

‎Ketika Hukum Mengajar Lewat Kejatuhan

‎Saya pernah menjalani fase di mana nama saya dipertanyakan, langkah saya disalahpahami, dan keyakinan saya goyah. Tapi di sanalah hukum memperlihatkan wajah lain, wajah yang tidak hanya menegakkan, tapi
‎juga mendidik.

‎Saya belajar bahwa ketika seseorang jatuh karena hukum, itu bukan akhir. Itu adalah panggilan untuk memahami
‎hukum dengan lebih dalam bahwa keadilan tidak hanya hidup di putusan, tapi juga dalam proses penyembuhan
‎manusia yang dijatuhkan olehnya.

‎Kini saya melihat hukum bukan sebagai alat penghakiman, tetapi ruang pemulihan moral.

‎Kehormatan Tidak Diberikan, Ia Diperjuangkan Kembali

‎Reputasi bisa runtuh dalam semalam, tapi kehormatan hanya bisa hilang jika kita menyerah. Saya tidak berusaha
‎melupakan masa lalu, saya belajar darinya. Saya tidak mencari pembenaran, saya mencari makna.

‎Kehormatan sejati bukan tentang tidak pernah jatuh, tapi tentang keberanian untuk bangkit tanpa kebencian. Hari ini
‎saya bekerja bukan untuk membuktikan saya benar, tapi untuk membuktikan bahwa saya berubah dan tetap layak
‎dipercaya.

‎Kesempatan Kedua Adalah Anugerah untuk yang Mau Bertanggung
‎Jawab

‎Kesempatan kedua tidak datang dari belas kasihan orang lain, tapi dari tekad untuk memperbaiki diri. Hidup memberi saya waktu untuk menebus, bukan dengan kata-kata, tapi dengan karya.

‎Itulah yang mendorong saya membangun kembali Kantor Hukum H. Yovie & Rekan sebuah tempat belajar, tumbuh, dan berbakti, tempat di mana hukum tidak hanya menjadi alat pertahanan, tapi juga jembatan menuju keadilan yang memulihkan.

‎Kami berkomitmen melayani dengan nurani, bukan hanya logika. Karena saya percaya, hukum sejati adalah hukum
‎yang menyembuhkan luka.

‎Pelajaran dari Jalan Panjang Integritas

‎Kini setiap klien, setiap perkara, saya pandang bukan sekadar pekerjaan tapi amanah. Setiap konsultasi adalah ruang empati. Setiap pendampingan adalah bentuk pelayanan.

‎Saya ingin dunia hukum diisi oleh mereka yang tidak hanya pandai berargumen, tetapi juga berani berintrospeksi. Kita
‎tidak sempurna, tapi kita bisa disempurnakan oleh perjalanan.

‎Keadilan sejati tidak lahir dari kemenangan, tapi dari keberanian untuk berubah.

‎Menulis Ulang Narasi, Membangun Harapan Baru

‎Saya tahu, jejak digital masa lalu mungkin tidak bisa dihapus sepenuhnya. Tapi saya percaya, masa depan bisa ditulis ulang dengan tindakan nyata, karya hukum yang bermanfaat, dan hati yang bersih.

‎Hari ini, saya berdiri bukan untuk menyangkal masa lalu, tapi untuk menulis bab baru tentang advokat yang jatuh, ‎belajar, lalu bangkit untuk mengabdi dengan cinta pada hukum dan kemanusiaan.

‎Hukum bukan untuk menghancurkan manusia, tetapi untuk mengingatkan manusia agar kembali menjadi manusia.

‎Tentang Penulis
‎H. Yovie Megananda Santosa, S.H., M.Si.
‎Advokat & Konsultan Hukum — Kantor Hukum H. Yovie & Rekan
‎Fokus pada hukum korporasi, litigasi, dan konsultasi strategis. Aktif dalam pembinaan hukum masyarakat, advokasi, ‎integritas profesi, dan program restorative legal awareness di Indonesia.
‎Kontak: yoviesantosa@gmail.com | 0852-2226-5555 I 0859-5678-8777

  • Penulis: kusnadi
expand_less