Indonesia Bukan Lagi Negara Berkembang
- account_circle hasanah 006
- calendar_month Jumat, 21 Feb 2020
- visibility 243
- comment 0 komentar
- print Cetak

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sebagai akibatnya, de minimis thresholds untuk marjin subsidi agar suatu penyelidikan anti-subsidi dapat dihentikan berkurang menjadi kurang dari 1 persen dan bukan kurang dari 2 persen.
Selain itu, kriteria negligible import volumes yang tersedia bagi negara berkembang tidak lagi berlaku bagi Indonesia. Dampaknya memang kebijakan ini cenderung buat perdagangan Indonesia buntung. Padahal selama ini Indonesia surplus dari AS.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) surplus perdagangan Indonesia dengan AS pada Januari 2020 sebesar 1,01 miliar dollar AS, angka ini tumbuh bila dibanding surplus periode sama tahun lalu yakni 804 juta dollar AS.
Data tersebut juga menyebutkan AS menjadi negara terbesar kedua pangsa ekspor non-migas Indonesia sebesar 1,62 miliar dollar AS pada Januari 2020.
Seperti diketahui, China, bersama dengan beberapa negara lain termasuk Indonesia, telah dihapus dari daftar negara “berkembang” oleh Amerika Serikat. Melansir People’s Daily, sebagai gantinya, Amerika menganggap China sebagai negara “maju” ketika menyangkut perdagangan internasional.
- Penulis: hasanah 006



