Rusia menempati peringkat kedelapan dengan total 56,01 juta pengguna TikTok, sementara Thailand memiliki 50,81 juta pengguna, dan Bangladesh melengkapi posisi sepuluh besar dengan 41,14 juta pengguna.
Pertumbuhan Fitur Video Pendek di Media Sosial
Fenomena popularitas TikTok telah mempengaruhi platform media sosial lainnya untuk menambahkan fitur video pendek. Pada 2021 hingga 2022, beberapa platform besar seperti YouTube dan Instagram turut merilis fitur serupa. Misalnya, YouTube memperkenalkan YouTube Shorts pada Juni 2021, yang berhasil menarik dua miliar pengguna aktif bulanan hanya dalam dua tahun.
Instagram juga tak mau ketinggalan dengan menghadirkan Instagram Reels pada Agustus 2020. Dalam kurun waktu Juni 2021 hingga Juni 2022, Reels mencatat tingkat penayangan yang lebih tinggi dibandingkan dengan video biasa, serta memperoleh lebih banyak “likes” daripada jenis konten lainnya di Instagram.
Baca Juga: Polda Jabar Tegaskan Video TikTok Mengenai Meninggalnya Kapolda
Pendapatan TikTok Didominasi Iklan Online
TikTok, yang dimiliki oleh perusahaan teknologi ByteDance yang berbasis di Beijing, tidak hanya populer secara global, tetapi juga menjadi mesin penghasil uang. Meskipun ByteDance memiliki berbagai produk lain seperti Douyin (versi TikTok untuk pasar China) dan aplikasi berita Toutiao, aliran pendapatan utama TikTok berasal dari iklan online. Pada tahun 2022, TikTok diperkirakan menghasilkan sekitar empat miliar dolar AS melalui iklan di seluruh dunia.
Persaingan Ketat di Dunia Media Sosial Video Pendek
Tom Alison, Head of Facebook, menyoroti ketatnya persaingan di ranah media sosial yang berfokus pada video pendek. Dalam sebuah wawancara online pada Juli 2024, Tom menjelaskan bahwa platform seperti TikTok dan Snapchat semakin digemari, terutama oleh generasi muda. Menurutnya, evolusi kamera ponsel dan kecepatan internet yang semakin canggih menjadi faktor pendorong utama tren ini.











