Indonesia Jadi Raja TikTok Dunia, Kalahkan Amerika dan Rusia
- account_circle hasanah 006
- calendar_month Selasa, 8 Okt 2024
- visibility 116
- comment 0 komentar
- print Cetak

Indonesia Jadi Raja TikTok Dunia, Kalahkan Amerika dan Rusia/Pixabay
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
HASANAH.ID – Indonesia kini tercatat sebagai negara dengan jumlah pengguna TikTok terbesar di dunia, mengalahkan negara-negara besar seperti Amerika Serikat dan Rusia. Berdasarkan data terbaru dari Statista pada Agustus 2024, pengguna TikTok di Indonesia mencapai 157,6 juta, menjadikan Indonesia sebagai raja TikTok dunia.
Menurut Statista, per Juli 2024, Indonesia berhasil memuncaki daftar negara dengan jumlah pengguna TikTok terbanyak, dengan hampir 157,6 juta orang menggunakan platform video pendek ini secara aktif.
Angka tersebut jauh melampaui Amerika Serikat, yang berada di posisi kedua dengan sekitar 120,5 juta pengguna, diikuti Brasil di peringkat ketiga dengan 105,3 juta pengguna.
Baca Juga: Polresta Bandung Ajak Masyarakat Ikut Vaksin dan Patuhi Prokes, Melalu
Daftar Negara dengan Pengguna TikTok Terbesar
Tak hanya Amerika dan Brasil, beberapa negara lain juga masuk dalam jajaran pengguna TikTok terbanyak. Di peringkat keempat ada Meksiko dengan total 77,3 juta pengguna, disusul oleh Vietnam yang memiliki 65,64 juta pengguna di posisi kelima. Pakistan berada di peringkat keenam dengan 62,05 juta pengguna, diikuti oleh Filipina dengan 56,14 juta pengguna.
Rusia menempati peringkat kedelapan dengan total 56,01 juta pengguna TikTok, sementara Thailand memiliki 50,81 juta pengguna, dan Bangladesh melengkapi posisi sepuluh besar dengan 41,14 juta pengguna.
Pertumbuhan Fitur Video Pendek di Media Sosial
Fenomena popularitas TikTok telah mempengaruhi platform media sosial lainnya untuk menambahkan fitur video pendek. Pada 2021 hingga 2022, beberapa platform besar seperti YouTube dan Instagram turut merilis fitur serupa. Misalnya, YouTube memperkenalkan YouTube Shorts pada Juni 2021, yang berhasil menarik dua miliar pengguna aktif bulanan hanya dalam dua tahun.
Instagram juga tak mau ketinggalan dengan menghadirkan Instagram Reels pada Agustus 2020. Dalam kurun waktu Juni 2021 hingga Juni 2022, Reels mencatat tingkat penayangan yang lebih tinggi dibandingkan dengan video biasa, serta memperoleh lebih banyak “likes” daripada jenis konten lainnya di Instagram.
Baca Juga: Polda Jabar Tegaskan Video TikTok Mengenai Meninggalnya Kapolda
Pendapatan TikTok Didominasi Iklan Online
TikTok, yang dimiliki oleh perusahaan teknologi ByteDance yang berbasis di Beijing, tidak hanya populer secara global, tetapi juga menjadi mesin penghasil uang. Meskipun ByteDance memiliki berbagai produk lain seperti Douyin (versi TikTok untuk pasar China) dan aplikasi berita Toutiao, aliran pendapatan utama TikTok berasal dari iklan online. Pada tahun 2022, TikTok diperkirakan menghasilkan sekitar empat miliar dolar AS melalui iklan di seluruh dunia.
Persaingan Ketat di Dunia Media Sosial Video Pendek
Tom Alison, Head of Facebook, menyoroti ketatnya persaingan di ranah media sosial yang berfokus pada video pendek. Dalam sebuah wawancara online pada Juli 2024, Tom menjelaskan bahwa platform seperti TikTok dan Snapchat semakin digemari, terutama oleh generasi muda. Menurutnya, evolusi kamera ponsel dan kecepatan internet yang semakin canggih menjadi faktor pendorong utama tren ini.
Baca Juga: Berita Terbaru Hari Ini: TikTok Kembangkan Ekosistem Bisnis, Bisa
“Video adalah cara terbaik orang berkomunikasi saat ini, dan itulah alasan kenapa platform yang berfokus pada video pendek semakin populer,” ungkap Tom. Ia juga menambahkan bahwa video singkat mempermudah orang dalam menyampaikan informasi, yang tentunya dimanfaatkan dengan baik oleh para konten kreator.
Dengan perkembangan ini, TikTok terus membuktikan diri sebagai pemain utama dalam industri media sosial global, mengubah cara orang berkomunikasi dan mengonsumsi konten secara signifikan. (Farhan Dentamayall)
- Penulis: hasanah 006
