Breaking News
Trending Tags

Israel Luncurkan Operasi Rising Lion, Serang Target Nuklir dan Militer di Iran

  • account_circle Bobby Suryo
  • calendar_month Jumat, 13 Jun 2025 09:57 WIB
  • visibility 155
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Hasanah.id – Militer Israel secara resmi melancarkan serangan terhadap Iran melalui operasi militer bersandi Rising Lion pada Jumat (13/6/2025). Operasi ini disebut menargetkan sejumlah fasilitas militer, termasuk situs yang diduga terkait program nuklir Iran.

Dalam pernyataan resminya, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyebut serangan tersebut sebagai aksi preemptive (pendahuluan) yang diluncurkan berdasarkan “intelijen berkualitas tinggi”, serta sebagai respons terhadap “agresi yang sedang berlangsung dari rezim Iran terhadap Israel”.

“Beberapa waktu lalu, puluhan jet tempur Angkatan Udara Israel telah menyelesaikan fase pertama serangan dengan menghantam puluhan sasaran militer, termasuk fasilitas nuklir di sejumlah lokasi di Iran,” ujar militer Israel.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, turut mengonfirmasi peluncuran operasi militer tersebut. Dalam pernyataan video yang dirilis pada hari yang sama, Netanyahu mengatakan bahwa operasi Rising Lion bertujuan “menghentikan ancaman eksistensial dari Iran terhadap kelangsungan hidup Israel.”

“Selama beberapa dekade, para penguasa Teheran secara terbuka menyerukan kehancuran Israel, disertai dengan upaya mengembangkan senjata nuklir. Kami takkan tinggal diam,” tegas Netanyahu.

Media milik pemerintah Iran dan outlet berita berafiliasi dengan militer Iran melaporkan bahwa sejumlah ledakan terdengar di berbagai wilayah Teheran. Fars News melaporkan serangan udara menyasar kompleks perumahan di kawasan Shahrak-e Mahallati, wilayah timur ibu kota yang dikenal sebagai tempat tinggal para pejabat militer senior Iran dan keluarganya.

Pemerintah Iran dilaporkan langsung menutup wilayah udaranya tak lama setelah serangan dimulai. Bandara Internasional Imam Khomeini di Teheran juga menghentikan seluruh penerbangan. Data dari situs pelacakan penerbangan FlightRadar24 menunjukkan bahwa seluruh lalu lintas udara sipil di atas Iran telah dihentikan sementara.

Sementara itu, seorang sumber dari pejabat senior politik Israel, dalam wawancara dengan Iran International, mengklaim bahwa serangan ditujukan pada individu-individu penting dalam struktur militer dan politik Iran. “Warga sipil bukan merupakan target dari operasi ini,” kata pejabat tersebut, yang enggan disebutkan namanya.

Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant, mengumumkan status siaga darurat nasional di seluruh wilayah Israel menyusul kemungkinan serangan balasan dari Iran.

“Setelah tindakan preemptive terhadap Iran, kami memperkirakan adanya serangan rudal dan drone terhadap wilayah serta warga sipil Israel,” ujarnya.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

  • Penulis: Bobby Suryo
expand_less