AS Umumkan Mundur dari UNESCO, Soroti Keanggotaan Palestina
- account_circle Bobby Suryo
- calendar_month Kamis, 24 Jul 2025 11:30 WIB
- visibility 254
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Bruce menyebut organisasi berbasis di Paris itu mempromosikan tujuan sosial dan budaya yang dinilai “memecah belah”.
Penarikan ini mencerminkan konsistensi kebijakan luar negeri pemerintahan Trump dalam menolak keterlibatan dalam lembaga internasional yang dianggap tidak sejalan dengan kepentingan nasional. Sebelumnya, Trump juga sempat menghentikan pendanaan untuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan menangguhkan dukungan bagi Dewan Hak Asasi Manusia PBB.
AS pertama kali menarik diri dari UNESCO pada 1984 di bawah Presiden Ronald Reagan, dengan alasan politisasi lembaga. Keanggotaan kembali dilakukan pada 2003 di bawah Presiden George W. Bush, kemudian kembali dihentikan oleh Trump pada 2018.
Di bawah pemerintahan Presiden Joe Biden, AS kembali bergabung sebagai anggota ke-194 UNESCO pada 2023. Namun, evaluasi kembali dilakukan sejak awal 2025 hingga akhirnya diumumkan keputusan mundur terbaru ini.
Direktur Jenderal UNESCO Audrey Azoulay menyampaikan kekecewaannya atas langkah terbaru pemerintah AS. Ia menyebut keputusan ini “bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar multilateralisme”.
“Keputusan ini mencerminkan alasan yang sama seperti tujuh tahun lalu, meskipun situasi geopolitik dan peran UNESCO telah banyak berubah,” ujarnya.
- Penulis: Bobby Suryo



