Nepal Memanas: Militer Berlakukan Jam Malam Usai Krisis Politik Guncang Negara
- account_circle Bobby Suryo
- calendar_month Rabu, 10 Sep 2025 16:47 WIB
- visibility 255
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
“Kami mengajak para pengunjuk rasa untuk menghentikan aksi kekerasan dan membuka ruang untuk dialog demi solusi damai. Saat ini, yang terpenting adalah melindungi masyarakat, properti, dan warisan nasional kita,” ujarnya dalam pidato yang disiarkan Rabu malam (10/9/2025).
Jenderal Sigdel juga menyampaikan duka cita mendalam atas jatuhnya korban jiwa dan kerugian besar yang ditimbulkan. Ia menegaskan bahwa militer akan terus menjaga keutuhan, kemerdekaan, dan keamanan negara.
Situasi ini mendorong Presiden Ram Chandra Paudel untuk turun tangan. Ia dijadwalkan bertemu perwakilan massa hari ini, berharap dapat memediasi dan menurunkan ketegangan.
“Dialog adalah fondasi demokrasi. Saya meminta semua pihak menahan diri dan membuka ruang perundingan,” ujarnya melalui pernyataan resmi.
Sementara itu, militer telah mengamankan lokasi-lokasi strategis seperti Bandara Internasional Tribhuvan, gedung pemerintahan Singhdurbar, dan jalur-jalur perbatasan. Hanya kendaraan penting seperti ambulans dan mobil jenazah yang diizinkan beroperasi selama jam malam.
Dalam pernyataan resminya, militer memperingatkan bahwa aksi pembakaran, penjarahan, vandalisme, dan kekerasan terhadap individu akan dianggap sebagai tindakan kriminal serius. Warga, termasuk media, diimbau untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan hanya mengandalkan sumber resmi.
- Penulis: Bobby Suryo




