Breaking News
Trending Tags

Hamas Klaim Enam Orang Tewas dalam Serangan Udara Israel di Doha, Termasuk Anak Negosiator

  • account_circle Bobby Suryo
  • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025 06:28 WIB
  • visibility 102
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Hasanah.id – Kelompok Hamas melaporkan bahwa serangan udara Israel di Doha, ibu kota Qatar, pada Selasa (9/9) menewaskan sedikitnya enam orang. Salah satu korban adalah anak dari Khalil al-Hayya, negosiator utama Hamas. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Hamas dan dikutip dari Al Arabiya pada Rabu (10/9/2025).

Meski sejumlah orang menjadi korban, para petinggi Hamas yang bermarkas di Doha dilaporkan selamat dari serangan tersebut.

Pemerintah Qatar mengutuk keras aksi militer Israel yang menghantam kawasan tempat tinggal sejumlah anggota biro politik Hamas. Doha menilai serangan itu sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan negaranya.

Dalam pernyataan resmi, Hamas menyebut empat dari enam korban tewas adalah tiga pengawal dan seorang ajudan Khalil al-Hayya. Selain itu, putra al-Hayya juga menjadi korban dalam insiden tersebut.

Kelompok itu menyebut bahwa upaya Israel untuk menghabisi anggota tim negosiasi Hamas telah gagal, dan menyatakan bahwa para negosiator tetap dalam kondisi aman.

Kementerian Dalam Negeri Qatar dalam laporan terpisah mengungkapkan bahwa satu anggota pasukan keamanan internal tewas, sementara beberapa lainnya mengalami luka-luka akibat serangan yang sama.

Aksi militer Israel di wilayah sekutu Amerika Serikat itu memicu kecaman dari Presiden AS Donald Trump. Ia menyatakan “tidak senang dengan situasi ini”, meskipun pihak Israel disebut telah memberi tahu Washington sebelumnya.

Gedung Putih menambahkan bahwa Trump menolak langkah Israel yang menyerang wilayah Qatar, dan AS dikatakan telah mengirimkan peringatan dini kepada Doha. Namun, pemerintah Qatar membantah menerima pemberitahuan tersebut sebelum serangan terjadi.

Dalam komunikasi langsung dengan Trump melalui sambungan telepon, Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani menegaskan bahwa negaranya akan mengambil langkah-langkah tegas untuk menjaga keamanan nasional serta melindungi kedaulatan wilayahnya.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

  • Penulis: Bobby Suryo
expand_less