Drama Keluarga Kerajaan Mereda, Pangeran Harry Disebut Siap Pulihkan Hubungan
- account_circle Hasanah 014
- calendar_month Selasa, 16 Sep 2025 10:14 WIB
- visibility 144
- comment 0 komentar
- print Cetak

Tangkapan Foto Pangeran Harry
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
HASANAH.ID – Pertemuan Pangeran Harry dengan Raja Charles III pada Rabu (10/9) di London disebut menjadi titik balik hubungan keluarga kerajaan. Setelah lebih dari setahun berjauhan, Harry dikabarkan mulai menyesali sikapnya di masa lalu yang menimbulkan drama internal keluarga.
Seorang sumber Daily Mail mengungkapkan bahwa Harry kini ingin memperbaiki relasi, baik dengan keluarga kerajaan maupun masyarakat Inggris.
“Jelas bahwa Harry sekarang menyesali beberapa tindakannya. Dia ingin memulihkan hubungannya dengan keluarga dan rakyat Inggris,” kata sumber tersebut, Jumat (12/9).
Sumber itu juga menambahkan, Raja Charles sendiri memiliki keinginan untuk kembali dekat dengan anak bungsunya. Raja disebut rindu menghabiskan waktu bersama cucu-cucunya, Archie dan Lilibet, yang sudah tiga tahun tak ditemui.
Pertemuan yang berlangsung di Clarence House itu digambarkan sebagai kesempatan awal membangun kembali hubungan keluarga. Menurut sumber, momen tersebut bisa menjadi pintu masuk bukan hanya bagi Harry, tetapi juga istrinya, Meghan Markle, untuk kembali terlibat sebagai bagian dari keluarga besar yang berfungsi.
Duke of Sussex tiba di kediaman pribadi Raja Charles pada pukul 17.20 waktu setempat untuk menghadiri acara minum teh privat. Sumber Page Six melaporkan, pertemuan tersebut berlangsung selama 55 menit, lebih lama dibanding kunjungan terakhir Harry yang hanya sekitar 30 menit.
Dalam sejumlah foto yang dirilis media, Harry terlihat datang menggunakan mobil SUV hitam. Usai pertemuan, ia sempat menyapa awak media yang menunggu di luar.
“Ya, ayah dalam kondisi baik, terima kasih,” ucap Harry singkat, seperti diberitakan Daily Mail, Rabu (10/9).
Hubungan Harry dan keluarga kerajaan dalam beberapa tahun terakhir memang penuh gejolak. Sejak mundur dari keanggotaan senior kerajaan, ia kerap melontarkan kritik, menerbitkan buku memoar Spare, hingga melakukan wawancara kontroversial yang memperlebar jarak dengan istana.
- Penulis: Hasanah 014




