Netanyahu Akui Israel Semakin Terisolasi, Tuding China dan Qatar Sebagai Biang Keladi
- account_circle Bobby Suryo
- calendar_month Kamis, 18 Sep 2025 11:58 WIB
- visibility 221
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Hasanah.id – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, secara terbuka mengakui bahwa negaranya tengah menghadapi isolasi internasional yang makin dalam, terutama akibat konflik berkepanjangan di Gaza. Dalam pernyataannya saat menghadiri konferensi Kementerian Keuangan di Yerusalem pada Senin (15/9/2025), Netanyahu menyampaikan bahwa Israel kini harus mempersiapkan diri untuk menjadi negara yang lebih mandiri secara strategis dan ekonomi.
“Israel kini berada dalam kondisi semacam isolasi,” ujar Netanyahu. Ia menyebut bahwa tekanan global, termasuk seruan embargo dan sanksi dari negara-negara Eropa, membuat Israel tak bisa lagi bergantung pada dukungan luar negeri seperti sebelumnya.
Ia bahkan menyarankan agar perekonomian Israel mengadopsi pendekatan autarkis, yakni berdikari tanpa banyak ketergantungan pada negara lain.
Netanyahu menyoroti industri pertahanan sebagai salah satu sektor yang paling terdampak oleh memburuknya hubungan internasional. Menurutnya, Israel harus memperkuat produksi senjatanya sendiri dan tidak lagi terlalu mengandalkan pasokan dari luar.
“Kita perlu membangun kekuatan militer seperti kombinasi Athena dan Sparta modern. Kita tak punya pilihan lain untuk beberapa tahun ke depan,” tegas Netanyahu.
- Penulis: Bobby Suryo




