Fakta Baru soal Warga Palestina yang Tiba di Afrika Selatan
- account_circle Bobby Suryo
- calendar_month Rabu, 19 Nov 2025 15:36 WIB
- visibility 320
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Hasanah.id – Sebanyak 153 warga Palestina tiba secara tiba-tiba di Afrika Selatan (Afsel) pada Kamis (13/11). Mereka datang menggunakan pesawat carter dan mendarat di Bandara Internasional OR Tambo.
Awalnya, para penumpang ini ditolak masuk karena gagal melewati pemeriksaan imigrasi. Beberapa paspor mereka memuat stempel keberangkatan dari Israel, sementara tidak ada satu pun yang mengajukan permohonan suaka. Setelah melalui pembahasan panjang, pihak imigrasi akhirnya mengizinkan mereka masuk karena organisasi kemanusiaan Gift of the Givers bersedia menanggung kebutuhan mereka.
Otoritas Manajemen Perbatasan Afrika Selatan menegaskan bahwa warga Palestina berhak memasuki Afsel tanpa visa selama 90 hari, sehingga mereka diproses sebagai pelancong reguler.
Menurut Gift of the Givers, langkah ini tampak sebagai upaya Israel “mengusir” warga Gaza ke negara lain, karena kasus serupa sudah terjadi sebelumnya—termasuk kedatangan 176 warga Palestina pada 28 Oktober, meski sebagian dialihkan ke negara lain.
Banyak warga Palestina yang diterbangkan ke Afsel tidak mengetahui tujuan akhir mereka setelah keluar dari Gaza. Salah satunya Loay Abu Saif, yang datang bersama keluarga.
Ia mengatakan tujuan utamanya hanyalah menyelamatkan diri dari Gaza, bukan memilih negara tertentu. Abu Saif mengungkapkan ketidakpercayaannya bahwa ada pihak yang benar-benar melakukan evakuasi besar seperti ini.
- Penulis: Bobby Suryo




