Reza Pahlavi: Kematian Ali Khamenei Jadi Akhir Republik Islam Iran
- account_circle khasanah
- calendar_month Minggu, 1 Mar 2026 14:30 WIB
- visibility 335
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Menurut Pahlavi, struktur pemerintahan berbasis kepemimpinan ulama telah runtuh secara fungsional. Ia menilai bahwa sistem politik yang selama ini menopang kekuasaan Teheran sudah kehilangan legitimasi, baik di mata rakyat Iran maupun komunitas internasional.
“Dengan kepergiannya, Republik Islam Iran telah tamat secara praktik dan akan segera menjadi bagian dari catatan sejarah,” tulis Pahlavi dalam unggahannya. Pernyataan ini langsung menyita perhatian luas dan memicu perdebatan sengit di berbagai platform media.
Lebih lanjut, Pahlavi menyampaikan keraguan terhadap proses suksesi kepemimpinan yang sedang diupayakan oleh otoritas Iran. Ia menegaskan bahwa siapa pun yang nantinya ditunjuk sebagai pemimpin baru tidak akan memperoleh legitimasi sejati dari rakyat.
Menurutnya, sistem yang dibangun di atas dominasi ulama tidak lagi relevan dengan aspirasi generasi muda Iran yang mendambakan kebebasan, demokrasi, dan keterbukaan. Ia menilai bahwa momen ini menjadi titik balik bagi transformasi politik besar di Iran.
Dalam pernyataannya, Reza Pahlavi juga mengeluarkan seruan terbuka kepada jajaran militer dan Korps Garda Revolusi Islam atau Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Ia meminta mereka untuk tidak lagi mempertahankan struktur pemerintahan yang ada dan memilih berpihak kepada rakyat.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




