Breaking News
Trending Tags

Giovanni Maria Iannucci: ranjau Selat Hormuz butuh 2 bulan

  • account_circle khasanah
  • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026 12:37 WIB
  • visibility 92
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Hasanah.id – Italia memperkirakan pembersihan ranjau di Selat Hormuz membutuhkan waktu minimal dua bulan kerja intensif.

Komandan Komando Operasi Gabungan (COVI), Giovanni Maria Iannucci, menyatakan estimasi itu didasarkan pada adanya puluhan ranjau di Selat Hormuz dan kompleksitas teknik yang dihadapi.

Iannucci menjelaskan bahwa ranjau di Selat Hormuz bersifat modern dan memerlukan prosedur deteksi serta netralisasi khusus agar operasi berjalan aman.

Ranjau yang terdeteksi disebut memiliki desain canggih yang meningkatkan kebutuhan akan kapal penyapu ranjau dan sistem deteksi bawah air berteknologi tinggi.

Personel terlatih dengan pengalaman menjinakkan ranjau juga menjadi komponen krusial untuk meminimalkan risiko terhadap awak kapal dan kapal sipil.

Kapal-kapal penyapu ranjau milik Italia saat ini dilaporkan berada di pelabuhan Djibouti sebagai titik awal logistik sebelum menuju perairan yang dicurigai terlapisi ranjau.

Posisi Djibouti dipilih karena aksesibilitas dan sebagai pangkalan transit antara Laut Merah dan Samudra Hindia untuk pergerakan ke Selat Hormuz.

Secara geografis, Djibouti berada di kawasan Tanduk Afrika di pesisir selatan Laut Merah, sedangkan Selat Hormuz menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

Avatar of khasanah

Penulis

jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.

expand_less