Breaking News
Trending Tags

Keir Starmer Minta Maaf atas Praktik Adopsi Paksa di Inggris

  • account_circle khasanah
  • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026 09:53 WIB
  • visibility 112
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Hasanah.id – Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyampaikan permintaan maaf resmi atas praktik adopsi paksa yang memisahkan puluhan ribu ibu muda dari bayi mereka pada masa lampau.

Skala kasus adopsi paksa diperkirakan mencapai 185.000 anak di Inggris dan Wales yang diadopsi antara 1949 hingga 1976.

Pernyataan resmi itu menyebut praktik adopsi paksa sebagai noda dalam sejarah nasional dan mengakui peran berbagai lembaga dalam keterpaduan sistem tersebut.

Pemerintah mengonfirmasi bahwa rezim sebelumnya mendanai dan mengandalkan jaringan adopsi yang pengawasannya lemah.

Institusi lokal, organisasi sukarela, lembaga berbasis agama, serta layanan kesehatan dan sosial disebut terlibat dalam proses yang kini dinilai gagal melindungi hak ibu dan anak.

Sebagian dari institusi itu kemudian menjadi bagian dari National Health Service (NHS), menurut pengakuan resmi pemerintah saat ini.

Korban mengalami dampak psikologis yang berat; banyak anak adopsi tumbuh dengan perasaan tidak diinginkan dan identitas yang terganggu.

Para ibu menanggung luka psikologis, rasa bersalah, serta trauma yang berlangsung puluhan tahun setelah pemisahan dari anak kandung mereka.

Birokrasi dan hilangnya dokumen memperparah penderitaan, karena banyak korban menemui kesulitan panjang saat mencoba menelusuri keluarga biologis.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

Avatar of khasanah

Penulis

jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.

expand_less