Macron Beri Lisensi Produksi Rudal dan Bom untuk Ukraina
- account_circle khasanah
- calendar_month Kamis, 16 Jul 2026 02:03 WIB
- visibility 82
- comment 0 komentar
- print Cetak

Prancis Beri Lisensi Produksi Rudal Dan Bom Ke Ukraina, Memanas Ketegangan NATO
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tujuan koalisi anti-balistik adalah membangun jaringan pertahanan udara terpadu di Eropa dengan memanfaatkan kapasitas industri bersama.
Respons Moskow datang dengan kecaman keras terhadap inisiatif ini.
Juru bicara kepresidenan Rusia, Dmitry Peskov, menuduh inisiatif itu sebagai “sekelompok orang yang tertipu dan koalisi para penghasut perang”.
Pihak Rusia juga mengklaim bahwa sistem AASM dan rudal SCALP-EG telah dipasok ke pasukan Ukraina dan digunakan dalam serangan yang menargetkan sasaran sipil di wilayah Rusia.
Selain itu, Maria Zakharova dari Kementerian Luar Negeri Rusia menuduh beberapa negara NATO memperlakukan Ukraina sebagai “lapangan uji” bagi teknologi militer Barat.
Beberapa negara Uni Eropa dikabarkan mulai memindahkan sebagian produksi militer mereka ke Ukraina demi keselamatan fasilitas dan kelangsungan pasokan.
Pemindahan ini dipicu pula oleh pernyataan Rusia yang mengklaim telah mengidentifikasi lokasi perusahaan Eropa yang memproduksi komponen untuk drone dan sistem lain.
Para analis menyatakan lisensi produksi senjata untuk Ukraina berpotensi mempercepat kemandirian industri pertahanan Ukraina dan memperkuat kemampuan pencegahan serangan jarak jauh.
Namun, mereka juga memperingatkan risiko respons keras dari Moskow yang dapat meningkatkan potensi eskalasi militer dan ketegangan diplomatik di Eropa.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




