Eric Legras kata gelombang panas tekan produksi pangan UE
- account_circle khasanah
- calendar_month Kamis, 20 Agt 2026 09:43 WIB
- visibility 19
- comment 0 komentar
- print Cetak

Uni Eropa Waspada: Produksi Pangan Turun Drastis Karena Gelombang Panas dan Inflasi Tinggi!
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Gelombang panas musim panas ini telah menekan produksi pangan di beberapa negara Eropa, memicu penurunan hasil panen dan meningkatkan risiko gangguan pasokan makanan regional.
Pengamatan resmi menunjukkan bahwa gelombang panas tersebut mempengaruhi ketersediaan air dan produktivitas lahan, serta berpotensi mendorong kenaikan harga pangan dalam beberapa bulan mendatang.
Data dari Copernicus menegaskan bahwa Juni dan Juli tercatat sebagai periode terpanas di sebagian Eropa Barat, dan lembaga itu memperingatkan gelombang panas yang berlanjut hingga Agustus dan September dapat memperburuk kondisi sektor pertanian.
Survei Geologi Nasional Prancis melaporkan cadangan air tanah melemah hampir di seluruh wilayah pada awal Agustus.
Penyusutan cadangan air ini mengurangi kemampuan irigasi dan memaksa petani mengubah rencana tanam serta menekan produktivitas tanaman.
Koperasi Prince de Bretagne memperkirakan penurunan hasil panen signifikan musim ini, dengan angka penurunan sekitar 40 persen untuk kacang polong, sekitar 60 persen untuk brokoli, dan antara 50 hingga 100 persen untuk artichoke.
Eric Legras, presiden Unilet, menyebut peristiwa ini luar biasa dan mencatat bahwa wilayah utara dan barat daya Prancis terkena dampak berat.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




