Tari Umbul merupakan Aset Potensial Dalam Menunjang Sektor Pariwisata
- account_circle khasanah
- calendar_month Rabu, 1 Jan 2020 19:38 WIB
- visibility 413
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
“Selain pakaian penarinya yang khas, alat musik pengiringnya pun terbilang khusus yaitu berupa Kendang, Dogdog, Tarompet, Ketuk, Goong dan Kecrek, ditambah dengan alunan vokal seorang Juru Sinden,” tutur Tatang yang juga Panitia tari Umbul Kolosal tersebut.
Sebelumnya, pagelaran Tari Umbul Sumedang pernah tercatat di Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai peserta terbanyak dalam Kontes Seni Tari Umbul pada 20 Mei 2012 di Alun-alun Sumedang yakni dengan melibatkan 2.342 orang. Rekor tersebut disusul pada 31 Agustus 2016 di Lapang Sepak Bola Madukara Paseh dengan 5000 penari sehingga tercatat pada Original Rekor Indonesia (ORI).
Demi mengulang kesuksesan yang sama, di penghujung tahun, tanggal 31 Desember 2019, digelar kembali Pagelaran Tari Umbul Kolosal dengan tema “Dari Masyarakat Sumedang untuk Dunia”.
Acara tersebut, selain dihadiri oleh Bupati, Wakil Bupati dan unsur Forkopimda Kab. Sumedang, turut diundang Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Gubernur dan Forkopimda Jawa Barat, DPR RI, DPRD Provinsi Jabar Dapil IX, tokoh masyarakat, para rektor peguruan tinggi di Bandung dan Sumedang, unsur BUMD dan BUMN, dan undangan lainnya. (ahs/humas smd)
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




