Jalur Kereta Wisata Untuk Turis Asing Dipersiapkan DISPARBUD Jabar
- account_circle khasanah
- calendar_month Rabu, 14 Agt 2019
- visibility 246
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Acara ‘Smilling West Java Historical Railway Tour’ menjadi cara menggambarkan dan menggali potensi yang bisa dikembangkan dari perkeretaapian.
“Khusus jalur kereta api Kota/Kabupaten Bogor, Kota/Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Cianjur,” katanya.
Sebagai contohnya, kata Dedi, gambaran peninggalan zaman kolonialisme yang masih eksis di antaranya Stasiun Bogor.
Menurut beberapa ahli, Stasiun Bogor terbilang mewah dengan dua tingkat karena diperuntukkan khusus untuk jenderal Belanda.
“Mayoritas kita hampir tidak mengetahui masa kolonial perang dunia ke-2, ternyata Nazi Jerman masuk ke Jabar. Di antaranya ke kawasan Lido perbatasan Bogor-Sukabumi dan Cisaat terdapat kuburan tentara bekas Nazi,” tuturnya.
Dalam tur ini direncanakan akan melewati terowongan Lampegan dan di sana, pejabata yang akan diundang seperti Gubernur Jabar, Dubes Jerman, Inggris dan Belanda akan disuguhi pemandangan alam yang indah, seperti kebun teh atau kawasan Gunung Padang.
“Adapun tujuan akhir tur ini ialah kita ingin mengungkap bahwa keretapi yang melewati jalur-jalur pedalaman di Jabar memiliki surga-surga yang tersembunyi,” kata dia.
Lebih lanjut ia mengatakan saat ini wisatawan mancanegara masih didominasi negara-negara Asia seperti Malaysia, Singapura, Jepang dan Tiongkok. Berdasarkan data BPS, pada Januari-Februari 2019 wisman ke Jabar mencapai 27.701 orang.
Menurut dia, jumlah tersebut meningkat meningkat 16,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2018. Wisman asal Negeri Jiran mendominasi mencapai 18.636 orang.
- Penulis: khasanah



