Selain bazar, pramuktamar juga akan menyelenggaran seminar bertemakan pemberdayaan pesantren berbasis 4.0, seminar genealogi pesantren NU di Jabar, dakwah digital, dan seminar pertanahan.
Seminar genealogi penting untuk mengkaji hubungan pesantren di Jabar. Misalnya kakek Ridwan Kamil, K.H. Muhyidin yang dikenal dengan nama Mama Pagelaran membuka pesantren di Cimalaka Sumedang. Ketika Mama Pagelaran pindah ke Subang, pesantren Cimalaka itu dikelola kakek Maman yaitu Mama Mualim Faqih.
“Seminar genealogi ini akan memetakan kembali hubungan-hubungan pesantren di Jabar, ” katanya.
Santri Milenial
Ridwan Kamil mengusulkan agar santri-santri milenial bisa mengikuti perkembangan zaman. Pemberdayaan ekonomi berbasis 4.0 dan dakwah digital agar bisa menyentuh juga masyarakat luar pesantren. Sementara seminar penggunaan tanah akan memberikan masukan kepada negara mengenai masalah hukum tanah maupun hukum agama.
“Tujuannya untuk membantu menyelesaikan persengketaan tanah karena batas-batas yang tidak jelas. Juga agar masyarakat bisa memiliki panduan tentang mengelola tanah,” ucapnya.