Home Berita Kafein Turunkan Lemak Tubuh dan Risiko Diabetes

Kafein Turunkan Lemak Tubuh dan Risiko Diabetes

Share
Tangkapan foto kopi. (Sumber: Freepik)
Tangkapan foto kopi. (Sumber: Freepik)
Share

Penelitian ini menggunakan data dari kurang 10.000 orang yang dikumpulkan dari basis data genetik, dengan fokus pada variasi genetik yang berada di sekitar gen CYP1A2 dan AHR, dua gen yang diketahui memengaruhi seberapa cepat tubuh memetabolisme kafein. Hasilnya menunjukkan bahwa orang dengan variasi yang memperlambat proses pemecahan kafein cenderung memiliki kadar kafein yang bertahan lebih lama dalam darah, namun justru mengonsumsi kafein dalam jumlah lebih sedikit.

Peneliti menggunakan metode pengacakan Mendel untuk menelusuri kemungkinan adanya hubungan sebab-akibat antara variasi genetik ini dengan kondisi kesehatan seperti diabetes, indeks massa tubuh (BMI), serta berbagai kebiasaan gaya hidup.

Menariknya, meskipun ditemukan keterkaitan antara kadar kafein dalam tubuh dengan BMI dan risiko diabetes tipe 2, penelitian ini tidak menemukan hubungan yang signifikan antara kadar kafein dan penyakit jantung, seperti fibrilasi atrium, gagal jantung, maupun stroke. Penelitian ini memperkuat temuan sebelumnya yang menunjukkan bahwa konsumsi kafein dalam jumlah sedang bisa berdampak positif terhadap kesehatan jantung dan penurunan BMI. 

Share
diskominfo kota sukabumi