“Peralihan itu defisininya kerja sama dengan generasi 45 dan kerja sama dengan generasi penerus. Anda ini anak dari cucu intelektual semua. Nah kalau mau anggap saya berhasil, Anda juga harus lebih hebat daripada saya. Itu tolak ukurnya,” ujarnya.
Sebelumnya, Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Asfinawati menyebutkan, ada kemiripan antara peristiwa 21-22 Mei 2019 dengan kerusuhan yang terjadi pada 1998 dan peristiwa Malari 1974. Menurut dia, ada kesamaan pola dari tiga peristiwa itu.
“Kalau kita lihat maka polanya sama persis, pengulangannya sama persis, jadi struktur yang terjadi di tahun 2019 ini mirip atau identik seperti pola yang terjadi pada tahun 1974 di Malari dan kerusuhan Mei 1998,” kata dia saat menggelar konferensi pers bersama elemen masyarakat sipil lainnya di kantor YLBHI, Menteng, Jakarta, Kamis, 23 Mei 2019.