“Negosiasi langsung (dengan AS) telah ditolak, tetapi Iran selalu terlibat dalam negosiasi tidak langsung, dan sekarang juga, Pemimpin Tertinggi telah menekankan bahwa negosiasi tidak langsung masih dapat dilanjutkan,” ujar Pezeshkian.
Iran sebelumnya telah mengirimkan tanggapan melalui Oman atas surat dari Trump yang mendesak agar kesepakatan nuklir baru segera tercapai.
Selain ancaman militer, Trump juga mengindikasikan akan menerapkan tarif sekunder terhadap Iran dan Rusia. Dalam wawancara dengan NBC, ia menyebut bahwa kebijakan ini bertujuan untuk menekan pembeli barang dari negara-negara tersebut. Sebelumnya, kebijakan serupa telah diterapkan terhadap pembeli minyak dari Venezuela.
Pada periode kepemimpinan pertamanya, Trump menarik Amerika Serikat dari kesepakatan nuklir Iran 2015. Kesepakatan tersebut menetapkan batasan ketat pada aktivitas nuklir Iran dengan imbalan pencabutan sanksi.
Negara-negara Barat menuduh Iran berupaya mengembangkan senjata nuklir dengan meningkatkan kadar kemurnian uranium hingga level tinggi. Namun, Iran menegaskan bahwa program nuklirnya semata-mata untuk kepentingan energi sipil.