Prof. Dr. Tati Suryati Syamsudin, pakar ekologi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), mengapresiasi pameran ini dan berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kerusakan ekologi.
“Pertama saya apresiasi kepada Pak Asmudjo karena sudah menghadirkan karya yang merupakan refleksi hasil kegiatan manusia di bumi. Sehingga kita bisa lihat tubuh yang dihadirkan (Asmudjo) tadi mengeluarkan polutan itu kan tercermin dari aktivitas yang dilakukan manusia itu sebetulnya tidak nyaman bagi lingkungan,” jelas Tati.
Tati juga berharap pameran ini dapat membangun kesadaran baru untuk menjaga lingkungan, sehingga bencana ekologis dapat dicegah dan kualitas hidup manusia dapat meningkat.
“Persoalan lingkungan itu sebetulnya bisa dibenahi lewat kesadaran manusianya, dan kesadaran manusia untuk tetap hidup di lokasi yang nyaman dan aman itu saya kira terus tumbuh ya,” jelasnya.
“Mungkin memang belum semua masyarakat bisa untuk mengakses hal tersebut. Tapi saya yakin untuk ke depannya di Bandung sendiri akan terus lebih baik ya kondisi ekologisnya jika melihat sekarang sudah banyak generasi muda yang aware dengan isu ini,” pungkasnya.*** (Gilang)