Breaking News
Trending Tags
Beranda » LIFESTYLE » Mengungkap Dampak Kerusakan Lingkungan Lewat Karya Seni Asmudjo J. Irianto di Bandung

Mengungkap Dampak Kerusakan Lingkungan Lewat Karya Seni Asmudjo J. Irianto di Bandung

  • account_circle Hasanah 013
  • calendar_month Minggu, 21 Jul 2024
  • visibility 99
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

HASANAH.ID, BANDUNG – Pameran seni bertajuk “Tubuh Antroposen” karya Asmudjo J. Irianto di Bale Tonggoh Selasar Sunaryo Art Spaces (SASS) berhasil menarik perhatian penikmat seni di Kota Bandung yang digelar mulai dari 5 Juli hingga 18 Agustus 2024.

Pengunjung dapat menikmati penataan ruang yang unik dari sang seniman, yang menambah daya tarik pameran ini.

Mengangkat tema besar kerusakan ekologi, pameran ini menampilkan karya-karya yang menggambarkan kerusakan lingkungan akibat aktivitas manusia.

Asmudjo menjelaskan bahwa salah satu cara yang digunakannya untuk meningkatkan kesadaran pengunjung adalah dengan penataan karya yang tidak konvensional.

“Kalau pameran konvensional itu kan misal lukis atau foto dipajang di dinding galeri, atau patung yang disusun rapi, nah kalau pameran ini memang sengaja saya buat penuh tak beraturan juga,” kata Asmudjo, ditulis Jumat, 19 Juli 2024.

“Tujuannya kalau saya pribadi memang ingin membuat pengunjung terintimidasi ya kalau bisa memang akan dibikin penuh ruang pamernya,” tambahnya.

Konsep penataan ruang ini mencerminkan perspektif Asmudjo mengenai manusia sebagai korban kerusakan alam.

“Jadi intimidatif yang saya maksud tadi soal manusia sebagai subjek bahwa pembangunan yang kini berlangsung jor-joran itu bisa membawa dampak terutama bagi alam. Makanya penataannya dibuat begitu sebisa mungkin untuk membangun kesadaran bahwa kerusakan ekologi ini sudah terjadi,” ujarnya.

Pameran ini akan terus mengalami perubahan dengan penambahan dan pengurangan karya sampai pameran berakhir.

  • Penulis: Hasanah 013
expand_less