Menuntut Ruang Aman Bagi Kelompok Minoritas Gender
- account_circle Hasanah 012
- calendar_month 14 Maret 2024, 23:24 WIB
- visibility 60
- comment 0 komentar
- print Cetak

Tangkapan foto saat aksi IWD 2024.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
HASANAH.ID – BANDUNG. Tahun politik bagi para transpuan hanya menjadi objek dan untuk menggoreng konten di sosial media. Anggota Srikandi Pasundan, Abel mengatakan bahwa transpuan banyak sekali yang berhati-hati karena banyak dampak buruk 5 tahun ke belakang pada Kamis, (13/3/2024) di Terminal Dago, Kota Bandung.
Abel mengatakan bahwa banyak sekali transpuan yang diusir dari tempat tinggalnya karena status gendernya. Kasus kekerasan seksual yang terjadi pada mereka tidak pernah ditindak dan didiamkan saja.
“Temen-temen transpuan tidak pernah mendapatkan pekerjaan yang layak sampai detik ini. Hak asasi manusia bagi kita itu tidak berlaku di Indonesia bahkan Kota Bandung,” ujarnya.
Abel bercerita bahwa banyak transpuan yang diberlakukan tidak adil sebagai manusia ketika di aparat penegak hukum dan pengadilan. Seringkali mereka mendapatkan tindak diskriminasi hingga tidak dapat berbicara.
Bahkan, Abel menjelaskan kekerasan yang dilakukan oleh pasangan atau klien pada transpuan dianggap biasa karena adanya hyper feminisme. Ia mengaku bahwa mereka hanya menginginkan keadilan untuk mencari pendidikan, pekerjaan serta tempat tinggal yang layak.
“Kita memerlukan pemimpin yang memerlukan kita sebagai manusia,” kata Abel.
- Penulis: Hasanah 012
