JK: Pasca Pengumuman KPU 22 Mei, Semua Pihak Harus Kembali Bersatu
- account_circle khasanah
- calendar_month Kamis, 9 Mei 2019 12:05 WIB
- visibility 484
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tapi setelah tanggal 22 Mei, saya yakin akan menurun. Itu terjadi di mana-mana. Di Amerika sampai sekarang polarisasi. Malah Trump (Presiden Amerika Serikat) masih ada pikiran untuk di-impeach. Justru di negara-negara yang demokrasinya sudah lebih dahulu dari kita terbelahnya biasa terjadi.
Bagaimana dengan rencana people power yang ingin dilakukan oleh beberapa pihak?
People power terbesar itu sebenarnya pemilu itu sendiri. Tanggal 17 April itu people power terbesar karena di situ terletaknya people memperlihatkan kekuatannya memilih yang terbaik. Itu fakta. Kalau people power yang dimaksud adalah demo besar-besaran dalam sejarah kita, itu jika ada masalah ekonomi dan politik secara bersamaan.
Sama dengan tahun 1965/1966, sama dengan tahun 1998. Itu terjadi karena krisis ekonomi dan politik secara bersamaan. Sekarang kan ekonomi baik-baik saja. Saya kira tidak akan terjadi seperti itu. People power terjadi di Venezuela karena masalah ekonomi contohnya. Kita tidak ada.
Bagaimana dengan pihak-pihak yang masih bersikeras memenangi pemilu?
Seperti saya katakan tadi, sebelum tanggal 22 Mei semua bersikeras. Masing-masing merasa menang. Setelah tanggal 22 Mei ada keputusan KPU yang mengikat, ya sudah. Bahwa nanti ada yang membawa ke MK, itu biasa saja.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




