Menelusuri Lokasi Tempat Ibu Kota Baru
- account_circle khasanah
- calendar_month Jumat, 30 Agt 2019 14:10 WIB
- visibility 662
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Desa Semoi Dua merupakan desa paling ujung di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara. Jaraknya sekitar tiga jam perjalanan dari pusat pemerintahan kabupaten melalui jalur Jalan Samboja-Sepaku.
Desa yang berada tidak terlalu jauh dari akses menuju Kawasan Wisata Alam Bukit Bangkirai dan HTI yang dikelola PT Inhutani I Unit Balikpapan itu disebut-sebut sebagai titik awal pengembangan calon lokasi ibu kota baru.
Lasmuin sudah mendengar perihal pemindahan ibu kota negara ke perbatasan Kecamatan Sepaku dan Samboja.
“Positif lah, namanya ibu kota, daerah akan lebih maju dan ramai. Secara pribadi biasa saja lah, ya kita lihat saja ke depan,” kata Lasmuin menanggapi rencana pemerintah memindahkan ibu kota Negara Republik Indonesia ke wilayah sekitar tempat tinggalnya.
Namun transmigran asal Bojonegoro yang sudah 41 tahun menetap di Desa Semoi Dua itu bertanya-tanya, sebenarnya lahan yang mana yang akan digunakan untuk membangun ibu kota baru, mengingat semua tanah di sekitar desanya milik warga.
Kekhawatiran pria yang sejak SD sudah ikut bertransmigrasi ke Semoi Dua itu berkurang mana kala pernyataan Presiden bahwa pemerintah sudah punya lahan seluas 180.000 hektare untuk membangun ibu kota negara yang baru.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




