Jokowi soal Uni Eropa: Ini Perang Bisnis Antar Negara
- account_circle hasanah 006
- calendar_month Sabtu, 11 Jan 2020 15:16 WIB
- visibility 248
- comment 0 komentar
- print Cetak

Presiden
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Bandung-Hasanah.id – Indonesia memiliki 13 juta hektar kebun kelapa sawit dengan produksi 46 juta ton per tahun. Uni Eropa memunculkan isu bahwa minyak kelapa sawit (CPO) tidak ramah lingkungan. Ini soal perang bisnis antar negara saja karena CPO bisa lebih murah dari minyak bunga matahari mereka, demikian diungkapkan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dalam akun resmi tweeternya, sabtu 11-01-2020.
“Jalan keluarnya ada, CPO kita pakai lebih banyak di domestik, jadi campuran biodiesel melalui program B20 dan kini B30,” tandasnya.
Komoditas lain, seperti nikel, bauksit, timah, batu bara dan kopra menyusul. Kita tidak akan ekspor mentah, tapi dalam bentuk jadi atau setengah jadi, lanjutnya.
“Apa yang ingin saya sampaikan, jangan lagi kita mengekspor CPO ini terus-terusan. Harus mulai kita ubah kepada barang setengah jadi atau barang jadi. Ini yang telah kita lakukan,” tegasnya.
Dengan dijadikan CPO kita ke B30, kita menghemat kurang lebih Rp110 triliun per tahun dan nantinya kalau sampai kepada B50 yang jelas lebih Rp200 triliun, yang riset siapa? Oleh profesor-profesor di ITB. Bukan dari negara lain. Memang lama, sudah lama diriset namun untuk masuk ke industri,” pungkasnya.
- Penulis: hasanah 006



