Prajurit TNI Twas di Lebanon, DPR Desak Evaluasi dan Penarikan Pasukan UNIFIL
- account_circle anshori
- calendar_month Rabu, 1 Apr 2026 16:30 WIB
- visibility 277
- comment 0 komentar
- print Cetak

Wakil Ketua Komisi I DPR, Dave Laksono
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Komisi I DPR juga menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya prajurit TNI dalam insiden tersebut. Dave menyebut bahwa pihaknya masih menunggu laporan resmi dari TNI terkait kronologi lengkap kejadian. Informasi yang akurat dinilai penting untuk menentukan langkah selanjutnya, termasuk apakah Indonesia akan tetap berpartisipasi dalam misi perdamaian tersebut atau tidak.
Selain itu, Dave mendesak dilakukannya investigasi menyeluruh atas serangan yang terjadi. Ia mempertanyakan sejumlah hal krusial, seperti pihak yang bertanggung jawab atas serangan, sasaran sebenarnya dari serangan tersebut, hingga kemungkinan adanya kesalahan informasi yang menyebabkan jatuhnya korban dari pihak Indonesia.
“Kita perlu tahu siapa yang menyerang, apa targetnya, dan mengapa bisa sampai mengenai pasukan kita. Apakah ada kesalahan koordinasi atau informasi dari pihak penyerang,” tegasnya.
Serangan terhadap pasukan perdamaian PBB sejatinya merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional. Oleh karena itu, investigasi yang transparan dan akuntabel sangat dibutuhkan untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Dave juga menyinggung langkah yang diambil oleh negara lain terkait situasi di Lebanon. Ia mengungkapkan bahwa Italia disebut tengah mempertimbangkan atau bahkan siap menarik pasukannya dari wilayah tersebut. Hal ini dinilai dapat menjadi referensi bagi pemerintah Indonesia dalam mengambil keputusan strategis.
- Penulis: anshori




