Prajurit TNI Twas di Lebanon, DPR Desak Evaluasi dan Penarikan Pasukan UNIFIL
- account_circle anshori
- calendar_month Rabu, 1 Apr 2026 16:30 WIB
- visibility 279
- comment 0 komentar
- print Cetak

Wakil Ketua Komisi I DPR, Dave Laksono
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
“Saya membaca bahwa Italia berencana menarik personelnya. Ini tentu bisa menjadi bahan pertimbangan bagi kita,” kata Dave.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa keputusan untuk menarik pasukan tidak bisa dilakukan secara sepihak tanpa melalui pertimbangan matang. Pemerintah perlu melakukan komunikasi intensif dengan berbagai pihak, termasuk PBB dan negara-negara lain yang terlibat dalam misi UNIFIL.
Di sisi lain, keberadaan pasukan TNI dalam misi perdamaian PBB selama ini dikenal sebagai kontribusi penting Indonesia dalam menjaga stabilitas global. Partisipasi tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Indonesia terhadap perdamaian dunia.
Meski begitu, insiden terbaru ini menjadi pengingat bahwa risiko dalam misi perdamaian tetap tinggi, terutama di wilayah yang masih dilanda konflik. Oleh karena itu, evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan, koordinasi, serta aturan keterlibatan pasukan menjadi hal yang tidak bisa diabaikan.
Publik Indonesia kini menanti langkah tegas dari pemerintah dalam merespons situasi ini. Apakah akan tetap melanjutkan misi dengan peningkatan keamanan, atau justru menarik pasukan demi keselamatan prajurit, menjadi keputusan penting yang harus segera diambil.
Yang jelas, keselamatan prajurit TNI harus menjadi prioritas utama. Pengorbanan mereka dalam menjalankan tugas negara tidak boleh diabaikan, dan setiap risiko harus dikelola dengan sebaik mungkin.
- Penulis: anshori




