Breaking News
Trending Tags

Wamenkomdigi: Literasi digital harus relevan di era AI

  • account_circle khasanah
  • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026 16:21 WIB
  • visibility 101
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Hasanah.id – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menilai bahwa literasi digital perlu disusun ulang agar selaras dengan percepatan teknologi saat ini.

Nezar Patria menyampaikan pandangan tersebut dalam pertemuan dengan Asosiasi Dosen dan Peneliti Ilmu Komunikasi Indonesia (ADPIKI) di Jakarta.

Dalam pertemuan itu, Nezar menekankan bahwa literasi digital harus bergeser dari sekadar kemampuan menggunakan perangkat menuju kecakapan yang lebih dalam menghadapi era Artificial Intelligence (AI).

Menurut Wamenkomdigi, penguasaan perangkat dan akses internet tidak lagi menjadi tolok ukur utama kompetensi digital individu.

Fokus kebijakan kini diarahkan pada peningkatan kemampuan teknis dan non-teknis yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja dan transformasi layanan publik.

Nezar menggarisbawahi pentingnya program upskilling yang terstruktur untuk membangun talenta digital yang siap pakai.

Perubahan strategi ini merupakan hasil perumusan yang melibatkan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan telah diimplementasikan oleh Kemkomdigi selama satu dekade terakhir.

Lebih lanjut, Wamenkomdigi menyebut bahwa aspek-aspek dasar seperti keamanan siber dan etika digital kini banyak diakomodasi oleh platform melalui pedoman komunitas.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

Avatar of khasanah

Penulis

jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.

expand_less