Breaking News
Trending Tags

Kemendikti Saintek dan Kementan mempercepat hilirisasi riset.

  • account_circle khasanah
  • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026 22:06 WIB
  • visibility 99
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Hasanah.id – Pemerintah memperkuat strategi hilirisasi hasil riset perguruan tinggi untuk mempercepat transformasi teknologi pertanian dan mendukung ketahanan pangan nasional.

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) bersama Kementerian Pertanian memimpin inisiatif ini dengan fokus pada penerapan produk riset ke lapangan.

Menteri Brian Yuliarto menegaskan peran perguruan tinggi sebagai sumber inovasi yang harus segera dimanfaatkan melalui program hilirisasi hasil riset perguruan tinggi agar manfaatnya dirasakan petani dan pelaku usaha pertanian.

Kerja sama antar kementerian telah melahirkan sejumlah teknologi aplikatif yang sudah diujicobakan di sentra produksi.

Contoh nyata termasuk benih padi unggul yang dikembangkan IPB; alat pertanian seperti traktor dan perangkat panjat kelapa dari ITS; serta varietas jagung dari Universitas Hasanuddin yang siap dimasukkan ke skala produksi.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan inovasi tersebut memberikan lonjakan produktivitas yang signifikan.

Ia menyebut varietas padi IPB mampu meningkatkan hasil panen dari 5,5 ton menjadi 9 ton per hektare, dengan potensi mencapai 13,9 ton.

Di sektor peternakan, riset Universitas Gadjah Mada berhasil menghasilkan sapi dengan bobot hingga satu ton, sebuah capaian yang menunjukkan peluang peningkatan nilai tambah peternakan nasional.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

Avatar of khasanah

Penulis

jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.

expand_less