Mendiktisaintek Minta Tangani 10% Anak Terindikasi Mental
- account_circle khasanah
- calendar_month Jumat, 14 Agt 2026 13:30 WIB
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

10 Persen Anak Terindikasi Masalah Mental, Mendikbud Serukan Aksi untuk Kesehatan Mental Anak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengajak seluruh perguruan tinggi psikologi untuk memperkuat peran institusi dalam menangani isu kesehatan jiwa dan dinamika sosial melalui pengembangan kurikulum dan layanan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Ajakan itu disampaikan dalam Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Fakultas Psikologi Universitas Indonesia bersama Asosiasi Penyelenggara Pendidikan Tinggi Psikologi Indonesia (AP2TPI) dan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI).
Seminar bertajuk “Pendidikan Tinggi Psikologi untuk Indonesia Maju dan Sehat” dimaksudkan sebagai wadah kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan organisasi profesi untuk menciptakan solusi terpadu di bidang pendidikan dan layanan psikologi.
Brian menekankan pentingnya sikap optimis dan kerja sama antarlembaga dalam merespons percepatan teknologi dan persaingan global.
Pendidikan tinggi psikologi perlu menyesuaikan metode pengajaran agar lebih dekat dengan pengalaman hidup generasi muda, termasuk pemanfaatan platform digital dan konten yang sesuai karakter Gen Z.
Data yang dipaparkan pada seminar menunjukkan dari sekitar tujuh juta anak Indonesia yang telah menjalani screening, sekitar 10 persen terindikasi memiliki masalah kesehatan jiwa.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.



