Habiskan Biaya Rp 30juta/Orang, TB Hasanuddin Desak Evaluasi Latihan Militer Kopdes
- account_circle Bobby Suryo
- calendar_month Senin, 29 Jun 2026 20:20 WIB
- visibility 1.063
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Hasanah.id – Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Mayjen TNI (Purn) Tb Hasanuddin, mendorong pemerintah untuk mengevaluasi skema pelatihan calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Menurutnya, komposisi pelatihan yang memasukkan latihan dasar militer selama 30 hari justru menyerap anggaran sangat besar, sementara tidak berkaitan langsung dengan tugas utama pengelola koperasi.
Hasanuddin mengungkapkan bahwa total biaya pelatihan selama 45 hari diperkirakan mencapai sekitar Rp45 juta untuk setiap peserta. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp30 juta dialokasikan untuk pelaksanaan latihan dasar militer, sedangkan Rp15 juta digunakan untuk pembelajaran mengenai manajemen dan substansi koperasi.
“Jika melihat kebutuhan kompetensi seorang manajer koperasi, porsi terbesar anggaran justru digunakan untuk kegiatan yang tidak secara langsung mendukung kemampuan mengelola koperasi,” ujarnya dalam keterangan pers, Senin (29/6/2026).
Politikus PDI Perjuangan yang bertugas di Komisi I DPR RI—komisi yang bermitra dengan Kementerian Pertahanan—menilai pelatihan sebaiknya lebih diarahkan pada peningkatan kapasitas profesional peserta. Menurutnya, kemampuan mengelola organisasi, menyusun strategi bisnis, memahami tata kelola keuangan, hingga mengembangkan pemasaran merupakan bekal yang jauh lebih dibutuhkan dibandingkan latihan fisik bercorak kemiliteran.
Hasanuddin menjelaskan bahwa berdasarkan perhitungan biaya pelatihan, kebutuhan anggaran selama tujuh hari mencapai sekitar Rp5 juta per peserta. Dengan pola pelatihan selama 45 hari yang terdiri atas 30 hari latihan militer dan 15 hari pelatihan koperasi, maka sekitar dua pertiga anggaran habis untuk kegiatan kemiliteran.
Karena itu, ia menilai penghapusan komponen latihan militer dapat menghasilkan efisiensi anggaran yang signifikan. Negara diperkirakan dapat menghemat sekitar Rp30 juta untuk setiap peserta apabila seluruh pelatihan difokuskan pada penguatan kompetensi manajerial.
Potensi penghematan tersebut dinilai semakin besar apabila diterapkan secara nasional. Hasanuddin menyebut jumlah calon peserta pelatihan mencapai 35.476 orang, sehingga pengurangan biaya pelatihan militer berpotensi menghemat anggaran negara hingga triliunan rupiah.
Ia menegaskan bahwa manajer Kopdes Merah Putih pada akhirnya akan bertanggung jawab mengembangkan usaha koperasi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Oleh sebab itu, kurikulum pelatihan harus disusun berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan agar menghasilkan sumber daya manusia yang profesional dan mampu menjalankan koperasi secara efektif.
Dalam pandangannya, pembiayaan pelatihan manajerial bagi calon pengelola Kopdes Merah Putih lebih tepat menjadi tanggung jawab Kementerian Koperasi. Sementara itu, pola serupa juga telah diterapkan pada pelatihan pengelola Kampung Nelayan Merah Putih yang didukung oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Menutup pernyataannya, Hasanuddin berharap pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap desain pelatihan calon manajer Kopdes Merah Putih. Ia menilai program tersebut harus disusun secara lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran, sehingga mampu mencetak pengelola koperasi yang kompeten sekaligus menjaga penggunaan anggaran negara tetap optimal.
- Penulis: Bobby Suryo



