BPS: Sensus Ekonomi 2026 Jadi Dasar Kebijakan Nasional
- account_circle khasanah
- calendar_month Selasa, 30 Jun 2026 01:51 WIB
- visibility 92
- comment 0 komentar
- print Cetak

Masa Depan Bangsa Tergantung Sensus Ekonomi 2026
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Badan Pusat Statistik (BPS) meluncurkan Sensus Ekonomi 2026 untuk memetakan dinamika sektor usaha dan rumah tangga akibat pergeseran ekonomi selama satu dekade terakhir.
Sensus Ekonomi 2026 dirancang sebagai dasar perencanaan dan kebijakan yang lebih akurat bagi pemerintah dan pelaku usaha.
Sensus Ekonomi 2026 akan dilaksanakan dengan pendataan lapangan secara door to door mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
BPS menyatakan bahwa sensus kali ini merupakan sensus ekonomi kelima sejak 1986 dan berbeda karena cakupan yang diperluas termasuk rumah tangga.
Perubahan cepat dalam ekonomi digital dan teknologi informasi menjadi alasan utama pembaruan metodologi pendataan.
Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, menekankan pentingnya penyesuaian metode untuk menangkap variasi cara bertransaksi dan skala usaha yang baru.
Amalia menggambarkan sensus sebagai rekam medis ekonomi yang harus merekam semua aspek agar kondisi riil dapat terlihat jelas.
Persiapan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 telah dimulai sejak tahun 2024 untuk memastikan kesiapan petugas dan instrumen pengumpulan data.
Pelaksanaan yang rutin juga menjadi praktik di banyak negara, termasuk Amerika Serikat, Tiongkok, Filipina, India, dan Meksiko.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




