BPOM Perkuat Manajemen Risiko untuk Tingkatkan Ekspor Pangan
- account_circle khasanah
- calendar_month Selasa, 30 Jun 2026 17:29 WIB
- visibility 102
- comment 0 komentar
- print Cetak

BPOM Perkuat Manajemen Risiko Untuk Tingkatkan Ekspor Pangan
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar menyatakan bahwa Program Manajemen Risiko (PMR) diterapkan khusus untuk produk pangan steril komersial yang dipasarkan dalam kemasan.
Menurut Taruna, penerapan Program Manajemen Risiko (PMR) bertujuan memperketat pengawasan atas produk yang beredar serta memastikan standar keamanan sebelum edar.
Data BPOM menunjukkan Indonesia memiliki hampir 700 ribu jenis makanan, sehingga Program Manajemen Risiko (PMR) dipandang penting untuk mengelola ragam produk tersebut secara sistematis.
Taruna menyampaikan pernyataan itu usai kegiatan ‘Forum Koordinasi Nasional Pangan Steril Komersial Tahun 2026’ di Kantor BPOM.
Forum tersebut berlangsung pada Selasa, 30 Juni 2026 dan menghadirkan pemangku kepentingan dari sektor pangan untuk membahas standar dan implementasi teknis.
BPOM menargetkan masa simpan produk yang biasanya bertahan sekitar satu minggu dapat diperpanjang melalui langkah pengendalian mutu dan proses sterilisasi yang terstandarisasi.
Masa simpan produk yang aman disebut dapat mencapai enam bulan hingga satu setengah tahun, dengan ketentuan kedaluwarsa ditetapkan berdasarkan hasil pengujian sebelum izin diberikan oleh BPOM.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




