BPOM Perkuat Manajemen Risiko untuk Tingkatkan Ekspor Pangan
- account_circle khasanah
- calendar_month Selasa, 30 Jun 2026 17:29 WIB
- visibility 104
- comment 0 komentar
- print Cetak

BPOM Perkuat Manajemen Risiko Untuk Tingkatkan Ekspor Pangan
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Taruna menegaskan bahwa kebijakan pengujian pra-izin menjadi acuan utama dalam penetapan masa kedaluwarsa produk.
Implementasi pengawasan ini juga dimaksudkan membuka peluang ekspor lebih luas bagi produsen lokal.
Nilai ekspor pangan Indonesia disebut hampir mencapai Rp500 triliun setiap tahun, angka yang dinilai dapat meningkat jika praktik pengelolaan risiko diterapkan konsisten.
BPOM berkomitmen mengawal pelaksanaan PMR dan pengawasan mutu sebagai bagian dari upaya mendukung daya saing produk pangan Indonesia di pasar internasional.
Taruna menambahkan BPOM aktif merespons isu pangan yang muncul di negara tujuan ekspor seperti Arab Saudi, Amerika, Taiwan, Korea Selatan, India, dan Australia untuk melindungi kepentingan ekspor nasional.
Pengawasan berkelanjutan, pengujian pra-izin, dan koordinasi lintas negara menjadi strategi utama menurut BPOM dalam menjaga kualitas dan akses pasar produk pangan steril komersial.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




